Selasa, 19 Januari 2016

Pertanian Terong Belanda

Terong Belanda adalah salah satu jenis terong yang saat ini telah dapat kita jumpai di Indonesia. Jenis terong Belanda telah mulai dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1941 di Jawa Barat, tepatnya yakni di kota Bogor. Yang menjadi asal-usul penamaan terong Belanda ini yaitu bahwa tanaman terong jenis ini kemungkinan besar pertama kali dibawa ke Indonesia dan mulai dikembangkan disini oleh orang Belanda, maka dari itu sampai sekarang jenis terong ini disebut dengan terong Belanda.

Jenis terong Belanda ini memang cukup berbeda dengan jenis terong-terong lainnya. Terong Belanda memiliki bentuk yang menyerupai telur, hanya saja diujungnya terlihat lebih meruncing. Terong jenis ini memiliki warna yang cerah, yakni merah kekuningan dan begitu juga dengan dagingnya. Sehingga jika sekilas kita perhatikan sayuran ini hampir menyerupai buah tomat, akan tetapi jika kita belah maka bagian tengah atau bagian biji terong ini berwarna ungu kehitaman.

Peluang Usaha Budidaya Terong Belanda

Terong Belanda bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang lezat. Bahkan tidak hanya digunakan sebagai sayuran saja, terong Belanda juga dimanfaatkan untuk membuat sirup, selai, hingga ditambahkan sebagai bumbu masakan karena memiliki aroma yang sangat sedap. Keunggulan tersebut membuat terong Belanda menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dicari oleh para konsumen. Dengan tingginya minat dari para konsumen terhadap terong Belanda, maka terbuka pula kesempatan bagi kita semua yang gemar bercocok tanam untuk menjalankan usaha budidaya terong Belanda.

Pentingnya Belajar Teknik Budidaya

Bagi para pembaca semuanya yang mulai merasakan ketertarikan untuk mengembangkan usaha budidaya terong Belanda, pada tulisan ini kita akan membahas tips tentang teknik budidaya terong Belanda. Beberapa tips tersebut yakni mengenai persiapan lahan, pembibitan, cara penanaman, hingga cara perawatan. Hal-hal tersebut sangat penting untuk kita pelajari dengan seksama jika kita ingin sukses dalam menjalankan usaha budidaya ini. Jadi kami berharap tulisan kami tentang cara budidaya terong Belanda ini bisa menjadi gambaran bagi para pembaca sekalian untuk usaha yang ingin dijalankan.

Tips Pemilihan Lahan

Kita langsung mulai saja pembahasan kita mengenai tips yang pertama tentang cara budidaya terong Belanda ini. Untuk pemilihan lahan, tanaman terong Belanda bisa tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah pada daerah tropis. Hawa yang sejuk adalah salah satu nilai tambah bagi kriteria lahan yang diperlukan untuk memaksimalkan proses pembungaan. Selanjutnya, mempunyai sistim pengairan maupun pembuangan air yang bagus adalah syarat kriteria lainnya yang harus dimiliki oleh lahan tersebut, karena lahan yang kering atau tergenang air tidak bagus untuk tanaman terong Belanda.

Tips Pengolahan Lahan dan Proses Pembibitan

Bagi Anda yang telah terbiasa bercocok tanam, tentu sudah tidak asing lagi dengan membuat bedengan diatas lahan. Pengolahan lahan untuk menanam terong Belanda ini yakni diawali dengan pembuatan bedengan dengan tinggi kurang lebih mencapai 40 cm dan lebar kurang lebih mencapai 120 cm. Sedangkan jarak antara bedengan satu dan bedengan yang lainnya untuk penanaman terong Belanda ini yaitu kurang lebih mencapai 50 cm. Bedengan dibuat memanjang dan berbaris rapi, kemudian di bagian atasnya kita tutup menggunakan plastik.
Kita bisa melakukan proses penanaman dengan melakukan pembenihan terlebih dahulu maupun langsung mencari bibit yang sudah siap tanam. Bibit yang sudah siap tanam yaitu benih tanaman terong Belanda yang telah ditumbuhkan di dalam kantung-kantung plastik polybag hingga mencapai usia sekitar 28 hari. Perlu diingat bahwa sebelum proses penanaman di atas lahan dilakukan, bedengan-bedengan dan pemupukan lahan sudah harus selesai dilakukan. Selanjutnya satu hari menjelang penanaman, kita harus telah membuat lubang-lubang tanam dengan jarak kira-kira mencapai 50 cm.

Tips dan Cara Menanam

Setelah lahan dan bibit disiapkan, maka tibalah saatnya bagi kita untuk mulai menanam. Tidak ada teknik menanam khusus yang rumit yang harus kita pelajari, karena cara menanam terong Belanda sama saja dengan cara tanam jenis-jenis tanaman lainnya diatas bedengan. Bibit-bibit yang sudah siap tanam tersebut kita masukan saja ke dalam lubang-lubang tanam di atas bedengan, kemudian kita tutup dengan tanah. Selanjutnya kita tinggal melakukan pengawasan dan perawatan dengan teliti untuk memaksimalkan hasil. Itulah penjelasan singkat mengenai cara budidaya tanaman terong Belanda.

Sabtu, 16 Januari 2016

Pertanian Rambutan

Rambutan adalah salah satu buah yang menjadi favorit banyak orang. Rasa manis yang menempel di lidah membuat orang ingin memakan lagi buah rambutan tersebut. Namun yang sering kali terjadi adalah, tidak semua pohon rambutan bisa berbuah lebat dan melimpah. Padahal memiliki pohon rambutan yang bisa menghasilkan buah yang lebat serta melimpah adalah impian setiap orang yang memiliki pohon rambutan di pekarangan rumahnya. Salah satu yang menjadi penyebab tidak lebatnya buah rambutan adalah cara perawatan dan penanaman yang bisa jadi kurang tepat.
agar rambutan berbuah lebat
Untuk mendapatkan buah rambutan yang bisa berbuah lebat, maka anda harus memeperhatikan beberpa hal baik sebelum penanaman ataupun disaat perawatan pohon rambutan tersebut. Hal perlu anda lakukan sebelum penanamn adalah sebagai berikut:
  • Anda bisa menggali tanah berukuran 60x 60 x 60 cm
  • Berikan jarak tanaman satu dengan yang lainnya sekitar 12 x 12 meter
  • Tambahkan pupuk kandang sekitar dua kaleng
  • Kemuidan selang 1 minggu, galian atas anda kembalikan ke bawah
Kemuidan masalah pemupukan. Setelah jangka waktu 2 bulan, pupuk lebih baik diberikan dengan dosis 200 gram NPK per batangnya. Kemudian memasuki usia 6 bulan, dosisnya 150 gram NPK tiap pohon. Setelah tahun kedua, dosisnya sebesar 450-500 gram NPK setiap tahun, yang diberikan selama dua kali dalam setahun. Setelah memasuki tahun ketiga, anda bisa memupuknya dengan dosis 750 gram NPK tiap tahunnya. Kemuidan, seterusnya setiap hari ditambahkan pupuk sekitar 4-6 kg tiap pohon dengan durasi dua kalkali dalam setahun.


Sebelum pemberian pupuk, dan dan juga ranting yang kering sebaiknya dipotong dan rumputnya juga disiangi. Untuk hama ulat, bisa disemprot memakai 1 sendok diptelex yang dilarutkan di dalam air sebanyak 10 liter. Sedangkan untuk menangai penyakit cendawan pada bagian bunga dan buah, bisa anda cegah memakai semprotan tepung belerang.
Dengan metode pemeliharaan yang tepat dan juga dosis pupuk yang tepat, maka rabutan anda bisa berbuah dengan lebih lebat dibandingkan dengan pemeliharaan yang tidak teratur atau bahkan sekedar ditanam saja. Dengan begitu, anda pun bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, ketika anda berniat menjual hasil panen rambutan anda.


Sebenarnya masih ada satu cara lagi untuk membuat rambuatan anda bisa berbuah dengan lebat. Hanya saja cara ini belum dibuktikan secara ilmiah, hanya berdasarkan pengalaman beberapa orang saja. Namun tidak ada salahnya ketika anda hendak mencoba cara yang satu ini pula.
Caranya adalah dengan cara mengumpulkan berbagai macam organik sampah di bawah pohon rambutan anda. Setelah itu, anda bakar sampah itu sehingga asapnya bisa mengenai daun-daun pada pohon rambutan anda. berdasarkan pengalam pernah dilakukan oleh beberapa orang, rambutan mereka bisa berbuah lebih lebat daripada sebelum mereka melakukan hal ini. Anda boleh mempercayainya ataukah tidak, semua tergantung pada anda sendiri.
Cara menanam
cara menanam rambutan - budidaya rambutan - cara menanam pohon rambutan - menanam rambutan - cara menanam buah rambutan - cara merawat pohon rambutan - cara tanam rambutan - pohon rambutan cepat berbuah - cara budidaya rambutan - cara menanam biji rambutan - tanaman rambutan - cara menanam rambutan agar cepat berbuah - jarak tanam rambutan - cara merawat pohon anggur agar berbuah lebat - cara merawat rambutan - Tanam rambutan - cara menanam rambutan dari biji - cara merawat pohon rambutan agar cepat berbuah - budi daya rambutan - tanaman buah rambuta

Jumat, 15 Januari 2016

Pertanian Mengkudu



Buah mengkudu merupakan buah majemuk yang masih muda berwarna hijau mengkilap serta memiliki bintik-bintik atau totol-totol, dan saat sudah tua berwarna putih dan berbintik bintik hitam.
Buah mengkudu dikenal sebagai tanaman obat yang baik untuk kesehatan dan juga banyak mengandung vitamin mineral dan vitamin protein, Selain banyak kandungan dan manfaat bagi kesehatan, buah satu ini mempunyai bau yang tidak sedap.  
Buah mengkudu banyak dibuat jus karena baik untuk kesehatan diantaranya mengatasi dan mencegah penyakit. Sari buah mengkudu terdapat banyak kandungan vitamin C dan ntrisi lengkap.
Nah berikut ini cara membudidayakan tanaman mengkudu :
1. Pemilihan bibit mengkudu
Untuk pemiihan bibit unggul harus dilakukan karena bibit unggul sangatlah cepat dalam proses pertumbuhannya, selain tahan penyakit, ini juga dapat menhgasilkan buah yang sangat berkualitas.
Ada jenis bibit dalam buah mengkudu, yang pertama adalah bibit generative yang dapat diperoleh dengan cara penyemaian bibit mengkudu dari induk yang berkualitas, lalu yang kedua ada bibit vegetative yaitu bibit yang didapat dari cara stek batang, dan diambil dari batang indukkan yang unggul, dan yang terakhir adalah bibit siap tanam yang diperoleh degan cara membeli dari tempat yang menjual bibit tanaman.
2. Persiapan lahan
Lakukan pembersihan lahan dari bekas tanaman yang mengganggu, contohnya seperti rumput liar. Lalu tanah digemburkan dengan cara pembajakan dan proses pencangkulan. Setelah lakukan pengapuran dengan cara menaburkan kapur Dolomite di atas tanah selama  7 sampai 14 hari sebelum melakukan penanaman.
Dan proses pengapuran bertujuan untuk menggemburkan tanah, menambah unsur hara dan menghilangkan zat-zat yang beracun dari dalam tanah. Buat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dan jarak antar tanaman 3 x 4 m.
3. Penanaman bibit mengkudu
Setelah  bibit berumur tiga bulan bibit bisa dipindahkan ke lahan pertanian. Buka plastik polibag secara hati-hati jangan sampai melukai akar tanaman. Kurangi daun pada bbit sebanyak 1/3 untuk mengurangi penguapan. Bibit ditanam tegak lurus dan ditimbun dengan tanah. Padatkan tanah disekitar bibit dan lakukan penyiraman.
4. Perawatan Tanaman
Untuk pemeliharaan tanaman mengkudu haruslah dilakukan secara bertahap. Lakukan untuk tahap pertaman dengan memastikan tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Lalu lakukan proses  Penyiangan  yang dilakukan secara rutin untuk menghilangkan gulma pengganggu tanaman.
Dan Lakukan penyulaman pada bibit yang mati setelah tanaman berumur dua minggu. Kemudian lakukan proses Pemupukan dengan memberikan pupuk organik sebanyak 50 kg/batang, dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan, 6 bulan dan satu tahun.
5. Panen
Pemanenan seharusnya lebih dipertimbangkan untuk kualitas buah mengkudu yang akan diolah pabrik, dan adapun ciri-ciri buah mengkudu yang dapat diproduksi  untuk pengobatan dan mengasilkan panen yang baik adalah, warna buah mengkudu harus putih merata dengan bentuk buah yang sempurna, kondisi buah utuh dan tidak berlubang serta tidak pecah, dan buah masih sangat keras atau mengkel dengan ukuran panjang minimal 6 cm.
Pemanenan buah mengkudu dapat dilakukan setelah tanaman berumur satu atau dua tahun dengan catatan pertumbuhan tanaman tersebut lancar tanpa gangguan hama atau penyakit lain.


Pertanian Cempedak

Cempedak adalah sejenis buah  yang memiliki ukuran yang cukup besar dan buah ini juga termasuk jenis buah seperti nangka.Untuk saat ini pembudidayaan buah ini di indonesia sudah cukup berkembang karna dalam pembudidayaan tanaman ini tidak terlalu sulit lagi pula tanaman ini bisa di tanam di daerah mana saja seperti halaman rumah depan maupun blakang serta di tempat yang anda sukai agar mudah anda budidayaakan akan tetapi sebaiknya untuk membudidayakan tanaman ini sebaiknya di daerah daratan yang memili ketinggian 1-700 m dari permukan laut dan yang memiliki tektur tanah yang subur serta memiliki irigasi air yang cukup untuk di kosumsi tanamn itu sendiri.

Dalam pembudidayaan buah ini kita bisa menggunakan cara /tahap[-tahap tradisional maupun yang sudah mopdren .Akan tetapi saat ini p[ara petani nsudah banyak menggunakan sistem yang canggih karna bagi para petani sistem ini mempermudah pekerjan selain mempersingkat waktu yang biasa kita lakukan.
Dan untuk mengetahui cara untuk pembudidayaan tanamn ini anda bisa melihat di bawah ini,dan anda harus menyimak benar apa isi dari isi tahap berikut ini agar pembudidayaan yang anda lakukan berjalan lancar seperti yang sudah anda perkirakan.

1.Penyiapan Lahan.
Untuk persiapan lahan kita bisa menggunakan lahan yang terbuka agar tanaman ini terkena sinar matahari yang cukup untuk masa pertumbuhan yang tanaman alami ,selain itu juga masalah lahan berada di tekstur di mana bagaiman keadaan tanah pada lahan yang ingi kita tanami harus memiliki unsur hara yang cukup sertamemiliki unsur tanah yang gembur agar tanamn mudah untuk mengosumsi zat yang berada pada tanah.

2.Penyiapan Bibit.
Untuk persiapan bibit kita bisa menggunakan cara apapun seperti yang kita inginkan sepert diperbanyak dengan biji. Namun, saat ini dikembangkan dengan cara sambungan. Batang bawah dapat digunakan untuk perbanyakan dengan sambungan. Walaupun dapat diperbanyak dengan okulasi, tetapi cara ini jarang digunakan. Bila bibit berasal dari biji, tanaman mulai berbuah pada umur 2-8 tahun. Namun, bibit dari sambungan sudah bisa berbuah pada umur 2-3 tahun. Biji yang akan digunakan untuk bibit tidak boleh dijemur di bawah sinar matahari terik karena embrionya mudah mati (biji rekalsitran): Budi daya tanaman Bibit ditanam dalam lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 30 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang 10 kg. Bibit ditanam di lahan setelah mencapai ketinggian lebih dari 50 cm (biji disemaikan dulu dalam polibag atau persemaian khusus).

3.Penanaman dan Perawatan.
Untu penanaman tanaman cepedak ini tidaklah terlalu sulit ,jadi seperti layaknya menanaman tanamn lainya seperti jambu,dukju dan lain lain tapi hanya sama dengan tanaman yang sering di sebut sebagai tanaman taunan.
Sedangkan perwatan untuk tanaman ini sungguh mudah hanya memberikan pupuk pada saat pembesaran dan kemudian penyiram dan setelah itu setelah tanamn itu besar tinggal perawatan yang mudah mudah saja seperti membungkus buah dan pemberian pupuk buah



Rabu, 13 Januari 2016

Pertanian Pare

Pare adalah jenis sayuran yang memiliki khasiat bagi tubuh walaupun banyak masyarakat yang tidak menyukainya karna rasanya yang pahit.Untuk peminatnya sendiri banyak kalangan orang tua saja yang menyukainya akan tetapi anak-anak juga ada tatapi tidak terlalu banyak di bandingkan orang tua.
Untuk pembudidayaan pare ini sama halnya dengan membudidayakan tanaman berjalar  lainya  seperti kacang ,timun ,dan tanamn lainya yang menjalar.biasanya tanamn yang menjalar perlu /membutuhkan berbagai tahap/langkah-langkah yang harus di lakukan dalam pembudidayaanya seperti langkah/cara di bawah ini.Akan tetapi sebelum membudidayakan tanaman kita terlebih dahulu harus mengetahui dari manfaat pare

Beberapa manfaat yang dapat kita rasakan dari buah pare yaitu dapat meningkatkan nafsu makan, dapat membantu membersihkan darah kotor bagi wanita yang baru melahirkan, melancarkan pencernaan, dan dapat mengeluarkan cacing kremi. Selain itu pare juga bermanfaat menyembuhkan beberapa macam penyakit, diantaranya yaitu menurunkan panas, meredakan batuk, menyembuhkan mencret (pada bayi), menyembuhkan penyakit kuning, dan menyembuhkan malaria. setelah kita mengetahui manfaatnya baru kita bisa melakukan langkah langkah untuk membudidayakan tanaman pare ini.


Untuk langkah pertama yang harus di lakukan adalah persiapan lahan dan langka yang kedua adalah pemilihan bibit,dan yang ketiga adalah penolahan lahan/tanah,dan yang untuk terakhir adalah penanaman dan perawatan.Untuk tahap yang harus di lakukan di atas terutama kita memerlukan ketelatenan dan keuletan dalam melakukan pembudidayaan .

1.Persiapan Lahan
 Pohon pare memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi dengan lingkungan sekitar, inilah yang menjadi keuntungan bagi kita yang ingin membudidayakan tanaman ini. Pohon pare yang bersifat merambat dapat hidup baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Lokasi yang paling ideal untuk membudidayakan pare yaitu di antara ketinggian 1 meter hingga 1500 meter dari permukaan laut.
Kemudian pengolahan tanah untuk ditanami pare dimulai dengan menggemburkan tanah dan membersihkan lahan dari berbagai tanaman liar. Proses ini sebaiknya dilakukan paling tidak sepuluh hari sebelum prosespenanaman pohon pare dilakukan. Penanaman pare dilakukan di atas guludan-guludan dengan lebar sekitar 200 cm dan jarak antar guludan selebar 75 cm dengan dalam 30 cm. Guludan yang kita siapkan sebaiknya mengarah atau membujur dari selatan ke utara untuk memaksimalkan penyinaran matahari sehingga proses fotosintesa berlangsung optimal.
 
2.Pemilihan Bibit
Untuk pemilihan bibit kita harus sangat diperhatikan, karna bibit sangat mempengaruhi hasil panen tanaman pare ini. dari yang sering kita lihat bahwa tanaman pare sudah jarang tumbuh dengan karna tidak bagus karna para petani pare sangat memperhatikan bibit yang mereka gunakan.jadi usahakan untuk para petani atau para masyarakat yang ingin membudidayakan tanaman ini usahakan menggunakan bibit yang unggul.

3.Pengolahan Tanah.
Dalam pengolahan tanah usahakan tanah yang kita ingi tanami memiliki tesktur gembur dan juga subur memiliki irigasi air yang baik dan serta cukup untuk segala sesuatu yang di perlukan tanaman pare ini

4.Penanaman Dan Perawatan
Disini akan kami sampaikan teknik atau cara menanam bibit pare. Ada dua cara tanam yang bisa kita lakukan, tergantung di musim apa kita memulai proses penanaman. Jika penanaman dilakukan pada musim hujan maka sebaiknya kita menanam bibit yang berupa biji-biji benih pare. Akan tetapi kalau penanaman dilakukan pada musim kemarau, maka sebaiknya biji-biji benih tersebut disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di atas lahan.
Proses penanaman diawali dengan membuat lubang-lubang tanam di atas guludan. Jarak tanam yang dianjurkan yakni sekitar 80 cm x 80 cm. Selanjutnya kita juga harus mempersiapkan media rambat tanaman yang berupa kayu pada setiap pohon.
Untuk perawatan kita bisa melakukan pemangkasan dan pemupukan dengan cara yang teratur dan memenuhi syarat



Selasa, 12 Januari 2016

Pertanian Alpuket



Alpukat adalah jenis buah-buahan yang  memiliki banyak peminatnya di karnakan buah alpukat mengandung banyak sekali manfaat yang dapat menyehatkan tubuh kita. Selain sebagai sumber lemak tak jenuh, yang membuat buah alpukan  menjadi sangat bagus untuk dikonsumsi ketika menjalankan program diet yang ingin kita lakukan ,saat ini  buah alpukat juga telah sangat terkenal di penjuru kota maupun negara karna buah alpukatbini  sebagai salah satu jenis buah yang memiliki kandungan vitamin E yang sangat tinggi sehingga sangat baik untuk kesehatan kulit dan untuk kesehatan tubuh kita . Sehingga dengan konsumsi buah alpukat secara teratur, kulit akan menjadi lebih halus dan lebih sehat karena kandungan nutrisi pada buah alpukat .

Untuk Saat ini tingkat konsumsi  atau konsumen ataupun kebutuhan masyarakat terhadap buah alpukat  ini cukup tinggi. Hal ini terbukti dari aktivitas penjualan buah alpukat yang sangat jarang sepi pembeli selain itu juga untuk membudidayakan tanaman buah ini sangat menguntungkan dan bisa membuat peluang sebagai penghasilan yang cukup . Sejauh ini sudah hampir cukup besar para pembudidaya tanaman alpukat ini di indonesia ,hal di karnakan makin banyaknya peminat buah ini ,dan juga kita bisa tau bahwa buah ini bisa di jadikan sebagai obat maupun minuman yang segar tetapi sangat beraksiat.Selain itu buah alpukat adalah buah taunan artinya buah ini akan berbuah selam 1 tahun 1 kali atau 1 tahun 2 kali jadi kesimpulanya adalah buah ini di kenal sebagai buah taunan .

Untuk membudidayakan tanamn ini di perlukan tahapan-tahapan yang baik agar membudidayakan tanamn alpukat ini berjal;an dengan baik dan lancar,selain itu untuk menjalani tahapdemi tahap di perlukan kerja yang cukup keras agar hasil memuaskan seperti contoh di bawah ini.

1.Persiapan lahan.
Untuk persiapan lahan dalam masa pembudidayaan sangatlah penting karna faktor utama dari hasil yang besar adalah lahan,dan untuk persiapan lahan sudah pasti memerlukan kerja keras agar lahan yang ingin tanam memiliki kesuburan yang cukup.dan untuk lahan sendiri harus memiliki ntekstur tanah yang gembur agar tanaman alpukat menjadi tumbuh sehat .
 
2.Persiapan bibit.
Proses pembibitan alpukat dapat dilakukan dengan 3 cara, yakni melalui penamanan biji alpukat, penyambungan pucuk pohon , dan penyambungan mata atau yang biasa disebut dengan okulasi. Pembibitan dengan biji buah bisa dilakukan dengan terlebih dahulu menseleksi biji dari buah alpukat yang baik dan sudah cukup tua. Selanjutnya biji bisa langsung ditanam tipis di atas tanah subur atau bisa juga dengan menaruh biji terendam separuh di atas wadah yang berisi air hingga biji-biji tersebut tumbuh. Setelah cukup besar, maka bisa kita tanam di atas lubang-lubang tanam yang telah kita sediakan.
Cara pembibitan dengan biji memang akan memerlukan waktu yang cukup lama hingga pohon alpukat akhirnya mulai berbuah. Waktu yang dibutuhkan sejak pembibitan kira-kira adalah 7 tahun. Akan tetapi apabila kita melakukan pembibitan dengan teknik enten maupun okulasi, maka waktu yang dibutuhkan hingga pohon alpukat mulai berbuah akan lebih cepat, yakni sekitar 1 tahun sampai 4 tahun saja

3.proses penanaman dan perawatan.
Cara menanam alpukat sama saja dengan cara tanam pohon-pohon pada umumnya. Kita hanya tinggal meletakan bibit alpukat yang sudah siap tanam di dalam lubang-lubang tanam yang telah kita atur sedemikian rupa yang kita inginkan dan  2 minggu selanjutnya  adalah  menimbun tanah kembali dengan baik hingga lebih tinggi dari tanah yang berada di sekitarnya untuk menghindari genangan air di sekitar pohon. Waktu tanam yang paling baik yaitu pada waktu awal musim hujan. Setelah ditanam, kita hanya tinggal melanjutkan dengan upaya perawatan seperti menyiram, memupuk, dan mengendalikan hama.

Jumat, 08 Januari 2016

Pertanian Labu Kuning



Labu kuning atau juga sering di sebut walo  adalah salah satu jenis buah atau sayur  yang banyak di kosumsi di kalangan mayarakat umum karna labu ini memiliki rasa atau peminat yang cukup banyak di kalangan masyarakat.labu kuning  juga termasuk i bahan alternatif  pangan pokok .karna sebagai bahan alternatif bahan pokok labu kuning memiliki banyak nutrisi  yang baik bagi tubuh  pengosumsi labu ini .labu kuning atau memiliki nama Latin Cucurbita Moschata adalah salah satu buah atau sayur yang banyak sekali di kosumsi saat bulan puasa karna labu ini bisa di jadikan banyak olahan seperti olahan kolak dan sayur.
Ada beberapa  ragam nutrisi  yang baik bagi tubuh yang terkandung di dalam buah berbentuk bulat memipih dan berwarna kuning ini. Buah ilabu ini diketahui mengandung vitamin A dan juga betakoroten yang bagus untuk kulit dan mata . Selanjutnya  masik ada kandungan lainya seperti kandungan  vitamin C yang terdapat di dalam labu kuning juga sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita . Buah  labu ini juga mengandung zat besi yang berfungsi  baik sebagai zat yang memproduksi darah dan juga kalium yang berfungsi untuk melancarkan metabolisme tubuh saat kita beraktifitas maupun tidak.Untuk ilmu kedokteran para dokter menganjurkan bahwa mayarakat di usahakan banyak banyak untuk mengosumsi labu karna hal itu untuk mencegah penyakit atau membuat kita menjadi lebih sehat ketika kita mengosumsi labu.
Untuk membudidayakan tanaman ini tidak terlalu susah dan juga tidak terlalu gampang hal ini kita bisa lihat di pertanian labu yang ada di daerah anda bahwa para petani labui yang anda sering temui akan membudidayakanya dengan cara yang mudah dan hemat karna untuk masalah membudidayakan tanamn ini cukup hemat dan tidak menyita waktu.Dan untuk membudidayakan tanaman ini di perlukan langkah-langka sebagai berikut yaitu:
1.Mempersiapkan lahan.
Untuk persiapan lahan dalam pembudidayaan sungguh sangat penting karna masalah lahan sangat mempengaruhi hasil yang akan di dapat ,untuk mendapatkan hasil labu yang memuaskan di usahakan saat membudidayakanya memiliki lahan yang cukup luas karna sistem pertumbuhan tanaman labu ini yaitu menjalar keseluruh lahan yang bisa untuk di jalari tanaman ini .Untuk mempersiapkan lahan sudah pasti kta melihat bagaimana keadaan tanah pada lahan yang ingi kita tanam karna untuk syrat tumbuh tanaman ini adalah seperti memiliki tekstur tanah yang gembur dan subur selain itu tanah harus jangan sampai tergenang air karna bisa meruisak perkembangan tanaman labu dan yang harus di anjurkan adalah memiliki tanah yangv cukup kering dan harus dilihat bagaiman perawatanya seperti menyiram dan memupuknya .
2.Pemilihan bibit.
Untuk memilih bibit kita bisa membuatnya sendiri dengan mudah dan dapat di lakukan di rumah seperti ,mengambil biji yang cukup tua untuk dijadikan bibit,kemudian setelah di ambil keringkan bibit biji tersebut selama bebrapa hari sampai kandungan air pada biji labu agak berkurang,selanjutnya setelah bibit kering lakukan penyemain bibit yang bersuhu lembab dan mampu tumbuh baik di tempat penyemaian,setelah di semaikan lihat sudah ada beberapa daun yang terdapat pada bibit,apbila bibit sudah memiliki 5-8 helain daun bisa di katakan bibit sudah siap di tanam di lahan yang sudah kita sediakan.
.
3.Penanaman .
Untuk penanaman labu hal yang cukup mudah hanya membuat lubang untuk di tanamnya bibit labu yang sudah sediakan kemudian buat jarak pada bibit labu sekitar2-5 m dan kemudian dilakukan perawatan.
4.Perawatan.
Untuk perawatan labu juga cukup mudah hanya mebuang daun labu yang sudah tidak berfungsi dan membersikan hama yang ada di sekitar tanaman labu tersebut hingga bersih dan hingga labu bisa tumbuh baik di lahan yang sudah kita bersikan tadi.