Minggu, 20 Desember 2015

Pertanian Tomat

Tomat adalah salah satu jenis buah yang memiliki banyak fungsiseperti sebagi alat atau sebagai bumbu untuk masakan oleh ibu rumah tangga .Selain untuk di buat bahanbumbu masakan tomat juga bisa di jadikan obat  karna menurut ilmu kedokteran tomat mampu untuk menyehatkan tubuh  yang sedang sakit dan mampu untuk membuat tubuh menjadi segar kembali.
Dan selain itu juga tomat memiliki kandungan yang cukup banyak seperti kandungan vitamin c yang mampu untuk menghilangkan sariawan dan lain lain

Dalam membudidayakan tanaman ini kita bisa menggunakan cara tradisional maupun secara modren kan tetapi untuk pormula atau untuk yang baru menanam atau membudidayakan tanaman ini bisa menggunakn cara tradisional seperti cara-cara berikut

1.Penyiapan lahan 
Dalam penyiapan lahan kita bisa menggunakan cara tradisionala maupun cara modren dan cara yang lebih baik menurut para petani adalah cara tradisinalo karna menurut para petani hal ini mampu untuk menjadikan tomat terhindar dari zat-zat kimia akan tetapi banyak juga petani yang menggunakan cara  yang modren karna sistem petani yang menggunakan sistem modren ini mampu untuk menanam /membudidayakan tanaman tomat ini dalam sekala besar beda dengan secara tradisonal hanya mampu untuk mengasilkan tomat dalam sekala sedang

2.Pemilihan Bibit.
Untuk pemilihan bibit hal ini tidak begitu sulit hanya bisa membuatnya sendiri atau membelinya akan tetapi lebih baik unutk menggunakan bibit yang di buat sendiri karna kenapa hal ini bisa kita lihat dari biji yang ingin kita jadikan bibit berasal dari buah yang sehat atau tidak.Dan untu proses membuat bibit anda bisa melihat di bawah ini.
Proses pembibitan diawali dengan merendam benih tomat organik dalam 1 liter air yang sudah dicampur dengan 5 – 10 ml mikroba dan molase. Setelah itu, sediakan polybag yang diisi dengan tanah dan bokhasi dengan perbandingan 1:1. Masukkan satu biji benih ke tiap polybag. Pakaikan karung untuk menutupi polybag yang telah ditanami oleh benih tomat dan taruh ditempat yang teduh. Setelah bibit mulai tumbuh (sekitar 7 – 10 hari), penutup karung dibuka. Biarkan benih tomat tumbuh sampai setinggi sekitar 10 cm. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk ini sekitar 3 minggu. Setelah itu, tomat siap untuk dipindahkan dan ditanam di lahan yang anda sediakan.

3.Penanaman
Dalam penanaman kita bisa menggunakan media tanam polibet atau median tanah yang luas .akan tetapi banyak yang sudah menggunakan media tanam pot karna dalam menggunakan median ini bisa di lakukan di perkarangan rumah.Dan untuk yang menggunakan cara lahan yang luas bisa dengan cara mudah juga tidak jauh beda dengan cara yang menggunakan cara polybed dan berikut proses penanaman yang menggunakan polybed:
Benih tomat yang tumbuh dan siap untuk ditanam dipindahkan dari polybag ke tanah yang anda sediakan. Proses penanaman ini dilakukan pada sore hari agar bibit tomat tidak layu. Perlu juga diperhatikan cara menanam bibit ini agar bibit tidak rusak. Pertama, buat lubang di lahan yang akan anda tanami tomat organik. Pindahkan bibit dari polybag secara perlahan dan jangan sampai akar tomat muda rusak. Masukkan bibit tomat ke dalam lubang di lahan anda secara tegak. Tutupi lubang sekitar tomat dengan tanah dan tekan sedikit agar pada akan tetapi jangan terlalu pedat hal ini bisa memuat bibit tidak tumbuh.

4.Perawatan.
Dalam perawatan tanaman ini ada beberapa teknik budidaya dan pemeliharaan yang perlu anda lakukan, agar tomat yang anda tanam menghasilkan buah yang berkualitas bagus. Yang pertama adalah penyiraman. Tomat tidak suka terlalu banyak air, jadi penyiraman tanaman ini sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari saja atau 2 kali dalam 1 hari . Penyulaman juga penting untuk dilakukan, agar tomat dapat tumbuh dengan baik dan menghilangkan bagian yang rusak yang mengganggu pertumbuhan tomat. Sebaiknya proses ini dilakukan 7 sampai 10 hari setelah bibit dipindahkan dari polybag. Tanaman tomat juga memerlukan pemasangan ajir. Hal ini dilakukan agar tomat dapat tumbuh tegak dan mempermudah proses pemanenan. Lakukan proses ini setelah tanaman tomat berumur 1 minggu. Pasang ajir dan ikat ujung-ujungnya agar membentuk segitiga. Setelah tomat berumur 3 – 4 minggu, perlu dilakukan proses pengikatan pada ajir. Hal ini perlu dilakukan seminggu sekali sampai pertumbuhan batang berhenti. Tunas-tunas baru diketiak daun juga perlu dipangkas agar pertumbuhan terkonsentrasi pada tunas penghasil buah tomat

5.Panen.
Dalam proses panen kita bisa  memanen tanama ini saat tanaman ini siap untuk di panen .setelah tanaman tomat organik berumur sekitar 75-80 hari  hari, proses pemanenan dapat dilakukan. Ada beberapa tips yang bisa anda pakai untuk memanen tomat. Pertama, pilih buah yang sudah bewarna kekuningan dan bagian tepi daun dan batang mongering. Pegang buah dengan ditelapak tangan dan patahkan batang tomat dengan tangan anda lainnya. Proses ini paling baik dilakukan saat cuaca cerah dan bisa dilakukan sebanyak 16 kali setiap 3 sampai 4 hari sekali.












Budidaya Sirsak

Buah sirsak ternyata tidak hanya enak dan segar untuk dimakan, tetapi bagi sebagaian orang sirsak sering dijadikan obat herbal atau alami, walaupun buah ini termasuk buah yang biasa-biasa saja namun kandungan gizi di dalamnya cukup banyak, mulai dari kulit, buah, daging buah, biji buah, dan inti buah semuanya mengandung karbohidrat.
Dengan kandungan seperti itu banyak orang yang tertarik untuk menanam sirsak atau budiddaya buah sirsak untuk dikomersilkan, karena permintaan masyarakat indonesia terhadap buah yang satu ini cukup lumbayan tinggi.
dibawah ini ada langkah-langkah atau tahapan  cara menanam sirsak atau membudidayakan secara singkat. walaupun demikian tetapi langkah di bawah ini bisa membantu apabila kita ingin memulai menanam sirsak.

Syarat Tumbuh

Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1000 meter di atas permukaan laut dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung.

cara, menanam, sirsak, budidaya, buah, sirsakPertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah. 
Ada indikasi bahwa untuk Annona sp. lainnya, baik kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya).

Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus baik, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.
Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktikkan di berbagai wilayah Amerika, misalnya di Kolumbia dan Venezuela. Akan tetapi, sirsak umumnya ditumbuhkan dari benih. 
Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya bersifat sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih dapat ditanam lang¬sung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 20-30 hari, 85-90% dapat berkecambah dan semai itu dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan.

Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindah tanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. 
Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.

Pemeliharaan Lahan

Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong dengan pengairan tambahan.

Pemupukan dengan pupuk kandang dan atau NPK dalam dosis kecil beberapa kali dalam setahun dapat mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil. Untuk mengatasi kendala ini dianjurkan untuk melakukan penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya dapat berlangsung jika ada masa pembungaan yang jelas.

Hama dan Penyakit

Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan serius yang disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas pada buah saja.
Antraknosa (Colletotrichurn gloeosporioides) merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Penyakit busuk buah antraknosa ini bisa ditanggulangi apabila kita bisa mendeteksinya sejak
dini. Bila kebusukan sudah menyebar, buah sirsak terpaksa dimusnahkan.

Gejala serangan:

Gejala serangan awal berupa bercak cokelat kehitaman pada permukaan buah, kemudian buah menjadi busuk lunak.
Pengendalian:
•    Perlakuan seed treatment sejak tanaman masih berupa bibit
•    Sanitasi gulma dan buah yang terserang penyakit busuk buah supaya tidak menular
•    Selektif dalam menanam benih yang bebas pathogen
•    Pergiliran tanaman
•    Perbaikan drainase
•    Pemanfaatan mikroba Pseudomonas Flourencens dan Bacillus subtilis untuk memerangi busuk buah pada sirsak

Akibat yang ditimbulkan oleh serangan antraknosa:

Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah.

Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemam¬puan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau, ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. 
Penyakit busuk cokelat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang maksimal menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat membantu menahan penyakit pada musim hujan berikutnya.

Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak pada bagian daun. Kutu ini biasanya berkoloni dengan membentuk barisan di bagian tu¬lang punggung daun. Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada bagian punggungnya. Untuk mengatasi serangan kutu perisai dapat menggunakan insektisida sistemik dengan bahan a ktif acephate.

Masih ada lagi hama lain yang kerap menyerang tanaman sirsak, yaitu kutu bubuk (Dysmicoccus brevipes). Kutu ini menyebabkan akar tanaman berhenti tumbuh, membusuk, dan tanaman menjadi layu. Serangan penyakit ini ditandai dengan ujung daun yang menjadi kuning kemerahan. Kutu bubuk dapat bergerombol dalam jumlah yang sangat banyak pada buah sirsak. Pestisida diazinon dan malathion dapat membantu mengurangi serangan kutu ini.

Selain kutu, semut dan lalat juga merupakan jenis serangga pengganggu tanaman buah. Semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini.
Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Semut paling takut rasa asam. 
Cara mengusirnya adalah dengan mengiris jeruk nipis jadi dua, peras, dan teteskan di sepanjang jalur yang dilalui semut. 
Oleskan juga bagian daging buah jeruk nipis pada jalur yang dilalui semut. Ini merupakan cara penanggulangan yang bebas racun, tanpa pencemaran, dan aman. Untuk lalat buah dan serangga pengganggu lainnya, Anda bisa mengatasinya dengan menyemprotkan obat antiserangga.

Kamis, 17 Desember 2015

Pertanian Jambu Kelutuk Berdaun Merah

Jambu kelutuk adalah salah satu jenis jambu yang memiliki tekstur daging yang keras selain itu jambu ini juga banyak di budidayakan di daerah teropis tepatnya di indonesia.Untuj jambu ini sendiri memiliki banyak jenis yaitu jambu kelutuk biasa yang artinya jambu yang berwarna hijau dan bijinya berwarna kuning,yang kedua jambu biji merah yang artinya jambu berwarna hijau dan biji berwarna merah dan yang ketiga yaitu jambu berdaun merah yang artinya segala dari jambu ini berwarna kemerahan yaitu buah,daun,batang .Di indonesia sendiri belum banyak masyarakat untuk membudidayakan jambu ini karna peminat dari jambu ini masih sedikit karna para petani yang ingin membudidayakan tanaman ini kurang memahami tentang jambu kelutuk berdaun merah.

Untuk membudidayakan tanaman ini kita memerlukan lahan atau tempat yang terkena sinar matahari selain itu curah hujan harus cukup karna apabila curah hujan berkurang tanaman ini akan bisa layu atau tidak berbuah secara normal jadi terlebih dahulu mempersiapkan lahan untuk di tanamai tanaman ini .Untuk mempersipakan lahan di perlukan pengolahan tanah  yang serius seperti berikut.
  • Sebelum tanah di tanami tanaman ini terlebih dahulu tanah di gemburkan dengan cara di cangkul.
  • Setelah di gemburkan usahakan tanah di campu dengan pupuk kandang sudah dio fermentasikan.
  • Setalah itu biarkan selama seminggu karna agar tanah dan pupuk tercampur merata.
 Kemudian yang perlu kita lakukan adalah memilih bibit jambu merah yang ingin di tanam.Untuk memilih bibit yang bagus usahakan kita menggunakan sistem pencangkokan karna sistem ini lebih cepat mendapatkan hasil di bandingkan sistem biji,selain itu menurut para petani jambu ini bagi merekan dalam sistem cangkok mempercepat mendapatkan hasi.Dan untuk pemilihan bibit saya memiliki kriteria sebagai berikut;
  • Bibit jambu terlihat cukup besar dan sehat .
  • Bibit harus terlihat segar tidak terjangkit hama atau virus.
  • Daun pada bibit harus sudah terlihat kokoh dan tidak gampang rontok.
Dan setelah memilih bibit hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah penanaman.Dan tahap ini tidak begitu susah tinggal hanya melakukan cara seperti ini.;
1.Siapkan bibit yang ingin di tanam .
2.Buka bibit yang ada polibet plastiknya
3.Buatlah lubang berukuran 20cm dan kedalama 30-50 cm
4.Kemudian masukan bibit yang sudah di buka  polibetnya kedalam lubang.
5.tutup lubang dengan tanah akan tetapi jangan terlalu padat .
6.Dan yang terakhir tinggal kita untuk menunggunya saja untuk tumbuh besar

Setelah menanam hal yang paling sering di lakukan adalah perawatan,Dalam perawatan jambu ini kita harus melakukan kerja ekstra untuk mendapatkan hasil yang memuaskan,dan berikut cara untuk merawat tumbuhan ini.
Dalam perawatan tumbuhan ini hal yang dilakukan adalah penyemprotan hama daun karna dalam hal ini tanaman ini perlu di semprot hama daun atau hama buah  dan perawatan yang lainya adalah pemberian pupuk dalam pemberian pupuk bisa di lakukan dalam 3 bulan 1kali hal ini dilihat dari banyak buah apabila buah masih lebat pemupukan bisa di lakukan 5 bulan 1kali jadi unutk pemupukan di pengaruhi banyaknya buah.





Rabu, 16 Desember 2015

Pertanian Sawo



Sawo adalah sejenis tanam buah yang ada di indonesia ,sawo juga  merupakan tanaman buah tropis yang mempunyai rasa manis, berkulit tipis, dan berbuah tebal. Sawo bisa langsung dimakan sebagai buah segar atau bahan makan olahan seperti es krim, selai, sirup, anggur atau cuka. Tanaman ini akan tumbuh optimal di daerah yang beriklim basah sampai kering. Perawatan buah sawo juga mudah dan bisa dilakukan meski tanpa keahlian bercocok tanam yang mumpuni. Sawo juga merupakan tanaman yang bisa dimanfaatkan kayunya. Jenis kayu yang dihasilkan mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan kayu jenis lain. Apabila dilihat dari keunggulannya tersebut rasanya tidak ada salahnya jika Anda menanamnya di pekarangan atau kebun Anda. Jika Anda sedang mencari panduannya, berikut adalah panduan selengkapnya:

Pembibitan

Pilih bibit yang berasal dari cangkokan atau sambungungan. Jika bibit berasal dari biji akan lambat menghasilkan buah. Pilih bibit yang sehat dengan daun segar berwarna hijau dan sempurna serta bebas hama penyakit. Cari cabang atau ranting yang bagus, mulus, dan sehat. Tanaman sawo dari biji berbuah pada umur 7 tahun. Ambil biji dan keringkan selama 3-7 hari. Simpan beberapa waktu dan tanam dengan media pasir setebal 10-15 cm kemudian tutup lagi dengan tanah setebal 1-2 cm. Siram untuk menjaga tanah agar lembab, setelah 7-15 hari maka biji akan berkecambah. Setelah panjang kecambah 2-5 mm dapat segera dipindahkan. Sedangkan untuk bibit cangkokan dipilih dari batang yang sudah berumur 3-6 bulan dengan diameter batang 0,3–0,7 cm. Jika bibit dari sambung pucuk ambillah batang dengan ketinggian 15-20 cm dari permukaan tanah, kemudian sayat membentuk huruf V sepanjang 3-5 cm. Sayat cabang sambungan sepanjang 4 cm sesuai ukurahn sayatan. Sambung dan ikat dengahn kantong plastik bening selama 10-15 hari. Bibit sambungan dan cangkokan bisa dipindahkan setelah umur 1,5-3,5 bulan.


Pengolahan Lahan

Siapkan lahan tanam dengan membajak atau mencangkul tanah yang lebih dulu diberi pupuk kandang/kompos sebagai pupuk dasar. Jika tanah keadaannya terlalu asam tambahkan dolomit/kapur pertanian. Selanjutnya buatlah lubang tanam 30 cm dan beri pupuk urea dengan dosis 200 kg/hektar. Dosis bisa disesuaikan dengan kondisi lahan tanam, bila sudah cukup subur maka dosisnya dikurangi, dan jika telalu gersang bisa ditambahkan.

Penanaman

Buatlah lubang dengan jarak tanam untuk sawo berukuran 12 m x 12 m. Buat lubang tanam dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Pisahkan tanah galian bagian atas sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg. Biarkan lubang tanam terjemur sinar matahari selama 1-2 minggu. Masukkan di lubang tanam selanjutnya timbun dengan tanah galian atas. Lakukan penyiraman dengan teratur sehingga tanah tetap terjaga kelembabannya.

Pemeliharaan Tanaman

Lakukan penyiangan tanaman setelah 1-2 bulan tanam agar tanaman tumbuh maksimal. Pembubunan juga harus dilakukan untuk menggemburkan pada areal tanaman sawo juga untuk memperkokoh batang tanaman sawo. Berikan pemupukan sebanyak 250-500 gr urea per pohon per tahun sebelum berbuah. Berikan pupuk NPK 10:20:15 sebanyak 500 gr/pohon per tahun. Jika ingin pemberian pupuk organik maka berikan 10 kg pupuk kandang/pohon. Pemberian dilakukan di sekeliling lingkaran dengan lebar dan kedalaman 10 cm. Lakukan penyiraman paling sedikit 2 minggu sekali. Penyiraman dilakukan sampai tanaman berumur 3-4 tahun, selanjutnya berikan penyiraman jika tanah kering dan cuaca panas. Lakukan juga pemangkasan jika sudah mencapai ketinggian 20 m. Pemangkasan dilakukan pada batang yang sudah memiliki panjang 100-160 cm.

Pemanenan

Sawo sudah bisa dipanen buahnya setelah umur 3-5 tahun. Ambil buah dengan ciri-ciri berukuran maksimal, kulit berwarna cokelat muda, daging buah agak lembek, dan mudah terlepas dari tangkainya. Panenlah menggunaakan galah berjaring agar tidak rusak karena jatuh ke tanah. Cuci dengan segera setelah panen dilakukan. Keringkan dan simpan sebelum didistribusikan.

Selasa, 15 Desember 2015

Pertanian Jahe Merah

Jahe merah adalah salah satujenis jahe yang tersebar di indonesia ,untuk jahe ini di kenal sebagai jahe obat yang memiliki berbagai fungsi yang bermanfaat bagi manusia .Untuk membudidayakan tanaman jahe ini kita bisa menggunakan media pot atau karung beras karna tananman ini bisa tumbuh baik di media apapun asalkan asupan nutrisi bagi tanaman ini terpenuhi dan mencukupi.


Dalam artikel ini saya akan memeberikan tips bagaimana cara unutk membudidayalkan tanaman jahe merah dengan muda dan benar selain itu dalam tahap ini saya akan memberikannya dengan simpel ,jelas dan mudah dimengerti .Dan tahap yang harus di lakukan untuk tahapan pertama adalah menyiapkan media tanaman .
Untuk media tanam saya akan menggunakan sistem polibet atau tempat yang bisa di tanami tanaman ini dan berikut cara.Untuk cara pertama yang perlu di lakukan adalah menyipakan tanah yang ingin di tanami tanaman ini dan tanah yang sudah di siapakan harus sudah memiliki unsur hara yang cukup maka dari itu terlebih dahulu tanah di campurkan dengan pupuk kandang.Dan setelah tercampur dengan pupuk kandang tanah kemudian di masukan kepolibet yang sudah di sediakan untuk di tanami tumbuhan jahe merah.

Dan tahap yang kedua adalah menyiapkan bibit ,unutk menyiapkan bibit biasanya para petani menggunakan bibit yang di buat sendiri dengan menggunakan metode biji dan metode rimpang akan tetapi para petani biasa menggunakan cara rimpang karna menurut para petani metode ini lebih mempercepat keuntungan dan sedangkan metode biji juga dapat menguntungkan tetapi memerlukan cukup waktu yang panjang.dan dalam pemilihan bibit kita juga harus tau bagaimana ciri bibit yang baik untuk di budidayakan seperti.
  • Bibit yang di tanam harus berasal dari bibit yang sudah tua .
  • Bibit jahe harus terlihat segar dan tidak terjangjit penyakit.
  • Untuk kulit bibit jaheusahakan tidak terlalu lecet agar mempermudah percepatan pertumbuhan bibit.
  • Usahakan bibit yang baik harus baru di cabut setidakanya tidah boleh terlalu lama di luar tanah karna bisa merusak kualitas jahe.
Setelah memilih bibit hal yang perlu di lakukan adalah menanam bibit yang sudah di sipakan ,untuk menanam tanaman ini tidak begitu susah ,hanya tinggal menaruhkan bibit kedalam polibet kemudian tutup sedikit bibit dengan menggunakan tanah yang sudah di sediakan kemudian tinggal menunggu bagaimana pertumbuhan tanaman ini berkembang atau tidak.

Dan tahap yang terakhir adalah perawatan.Dalam perawatan di butuhkan ketelatenan seperti menyiraman dan memberikan pupuk ,dan perawatan hama.Hal semua yang tercantum di atas haru di lakukan dengan baik atau terus menerus tanpa berenti di karnakan hal tersebut mampu untuk mempercepat pertumbuhan yang akan dapat mempercepat penghasilan petani tanaman jahe.

Sekian tips dari saya ,saya harap tips di atas bermanfaat bagi para pembaca blog ini dan  para pembaca ini bisa melakukan cara ini di rumah dan asalkan mengikuti cara-cara di atas dengan baik dan benar.an set

Minggu, 13 Desember 2015

Pertanian Lengkuas

Lengkuas adalah salah satu bahan rempah yang banyak di budidayakan di indonesia,selain itu tanaman ini juga bisa hidup/bisa berkembang dengan sistem   rimpang atau biji, namun biasanya / umumnya para petani lengkuas menggunakan  sisitem rimpang  karna hal ini lebih mudah diperbanyak di bandingkan dengan sistem biji . Untuk sistem rimpang yang baik untuk bibit adalah bagian ujungn pada buah.




Untuk membudidayakan tanaman ini di perlukan berbagai tahap agar tanaman mampu untuk tumbuh subur di tanah kita yang ingin kita tanami .Untuk itu sebelum menanam tanaman ini di perlukan pengolahan tanah yang tepat agar tanah menjadi subur.
Pengolahan tanah dilakukan dengan menggemburkan tanah dan dibuat gudukan-gundukan kecil . Dan pupuk yang digunakan meliputi pupuk kandang, kompos, dan pupuk buatan. Juga diperlukan bahan-bahan kimia untuk pemberantasan gulma. Panen dilakukan pada saat tanaman berumur 3 – 4 bulan, dan jangan lebih tua dari umur tersebut, karena rimpang akan mengandung serat kasar yang tidak disukai di pasaran  dan kurang sedap untuk di kosumsi.
Kemudian itu hal lanjutan yang perlu di lakukan adalah dengan pemilihan bibit,dan dala pemilihan bibit di lakukan dengan mudan tinggal hanya pilih menggunakan rimpang atau biji dan dalam tahap ini tidak terlalu panjang hanya saja memerlukan waktu cukup lama seperti bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam apabila terik matahari cukup , barulah bibit bisa  ditanam di tempat yang sudah di siapkan. 

kemudian tahap selanjutnya adalah penanaman   t,dan cara melakukan penanaman tidaklahlah susah hanya hal pertama yang perlu dilakukan adalah.
  • Menyiapkan bibit lengkuas yang ingin di tanam.
  • kemudian buat lah lobang sedalam 4-6 cm .
  • selanjutnya tanam lengkuas yang ingin di tanam di tempat lubang yang sudah kita buat.
  • setelah itu tutup kembali  bibit yang sudah di tanam di tanah dengan menggunakan tanah secukupnya akan tetapi jangan di padatkan terlalu padat.
Kemudian tahap yang harus di lakukan adalah perawatan.Dalam perawatan di perlukan ketelatenan dan tahap ini cukup menyita waktu seperti melakukan pemupukan,penyiraman ,pemangkasan daun tua ,dalam hal itu ketikan kita sudh siap untuk membudidayakan tanaman ini harus sudah mempunyai keahlian di bidangnya walapun sedikit setidaknya cukup tau saja.
Panen
Dalam masa panen kita tidak susah hanya tinggal membongkar tanaman yang sudah siap panen kemudian kita tinggal mengutipnya saja dengan santai dan menggunakan pisau yang tajam.

Sabtu, 12 Desember 2015

Pertanian Mangga Udang.

Untuk yang tidak memiliki lahan yang begitu luas, budidaya mangga dalam pot adalah cara praktis. Budidaya mangga dalam pot semakin banyak digemari karena cara ini sangat efektif untuk lahan memanftkn lahn yang sempit. Yang membuat mempesona juga adalah bila kita melihat buahnya yang bergelantungan, membuat tetamu kita yang berkunjung pada ‘ngiler’ pingin memetiknya. Budidaya mangga dalam pot belum tentu bisa diharapkan hasilnyaoleh karena itu kita perlu mengetahui teknik-teknik dan cara budidaya mangga dalam pot, seperti sejak memilih bibit, penanaman, pemupukan, perawatan, hingga panen atau memetik hasilnya.

CARA BUDIDAYA MANGGA DALAM POT



Persyaratan

Agar tanaman dalam pot rajin berbuah, ada paling tidak ada lima syarat tumbuh atau faktor yang jadi pertimbangan, yaitu:
1.      pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan lokasi penanaman.
2.      pemilihan bibit tanaman diikuti pemilihan media tanam dan pot.
3.      pemupukan yang efektif dan terakhir pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Pemilihan Bibit

Kalau memilih bibit perhatikan varietasnya. Cari varietas mangga yang gampang berbuahnya, seperti mangga manalagi, arumanis. Jangan tanam bibit dari bijinya, kelamaan, kapan mau makan buahnya. Tanamlah cangkokannya atau dari hasil okulasi. Bibit ini akan lebih cepat berbuah dibanding yang berasal dari biji.

Varietas

Hampir semua varietas dapat dibuahkan dalam pot. Namun, masing-masing varietas mempunyai perbedaan dalam kecepatan masa berbuah, produksi buah, bentuk tajuk dan tingkat kesulitan. Sebaliknya dipilih varietas yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif. Contoh manalagi kecil, apel, nangklangwan, okyong dan namdokmai. Ini dapat dibuahkan sejak umur 2,5 tahun, selain itu jumlah buah juga relatif banyak sehingga penampilan menarik. Sedangkan arumanis, gedong, golek dan gedong gincu, baru bisa dibuahkan setelah berumur 3-4 tahun sejak okulasi. Buahnya tak sebanyak apel, manalagi kecil atau dokmai, tetapi berpenampilan eksotik. 

Media Tanam 

Mangga menyenangi media berstruktur remah, berbutir-butir, gembur dan kaya unsur hara. Media juga harus porous, cukup ringan agar mudah dipindahkan serta bebas dari hama dan penyakit. Komposisi bahan yang digunakan adalah merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang/kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1. 
·      
Banyak jenis pot atau wadah tanaman yang dapat dipakai. Sebaiknya pilih yang ringan, tidak mudah pecah, berbentuk normal dan serasi dengan tanaman. Dipasaran wadah yang memenuhi syarat cukup banyak, yaitu mulai dari pot plastik tahan pecah, pot semen, drum hingga pot kayu. Dasar pot harus dilubangi, ukuran lubang 1-2 cm sejumlah 4-6 buah. Selain itu agar pembuangan air lancar, pot harus memiliki kaki atau dapat juga diganjal dengan batu bata atau batako. 

PERSIAPAN POT

Kalau untuk phon mangga,jelaslah ukuran pot harus disesuaikan dengan tinggi tanaman. Misalnya tingginya 1,5 meter, pot yang digunakan sebaiknya drum berdiameter 60 cm yang dipotong setengah bagian. Dasar pot harus dibuat lubang untuk membuang kelebihan air.

Penanaman Bibit

Mula-mula isi dasar pot dengan serutan gergaji atau pecahan batu bata/genting hingga setebal 5-10 cm. itu untuk menjamin kelancaran drainase dan aliran udara. Setelah itu masukan campuran media kedalam pot secara merata, hingga mencapai separuh pot. Masukan tanaman setelah polibagnya dibuka, dengan posisi tanaman tepat di bagian tengah. Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi lagi dengan media campuran sampai mendekati permukaan atas pot, usahakan bidang bekas okulasi atau sambungan masih menonjol 10-15 cm di atas permukaan media, selanjutnya siram media tanaman dengan air. 

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman sangat penting dilakukan untuk menjamin pertumbuhan dan pembuahan mangga yaitu penyiraman, pemangkasan, pemupukan, perangsangan pembuahan dan pengendalian hama/penyakit.

  PENYIRAMAN

Pada awal penanaman harus disiram secara teratur setiap hari, pagi dan sore. Jika media dalam pot cepat kering, terutama saat musim kemarau, penyiraman boleh dilakukan 2 kali sehari. Volume penyiraman jangan berlebihan sebab membuat media tanam keluar dari pot.

Pemupukan

Tanaman sangat membutuhkan unsur hara untuk hidupnya. Itulah sebabnya perlu dipupuk. Jenis pupu k yang diberikan dapat berupa pupuk anorganik maupun organik. Pupuk anorganik misalnya, urea, NPK. Sedangkan pupuk organik seperti pupu kandang, kompos. Pupuk tersebut diberikan dengan cara ditaburkan dan kemudian disiram. Untuk pupu kandang, harus sudah matang saat diberikan. Cirinya, berbentuk remah, tidak berbau, dan tidak terasa panas saat dipegang.

Penanggulangan Hama

Tanaman mangga sering terserang ham, seperti kutu, lalat, bisul, ulat, dan binatang penggerek. Bila serangan hama itu muncul, segera semprot dengan insetisida. Penyemprotan dengan insektisida baru dilakukan bila memang diperlukan. Penyemprotan setiap minggu tidak dianjutkan karena akan mengganggu populasi serangga penyerbuk bunga.

Panen

Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun, mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah, pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon, warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan, warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras.

Pada saat pemetikan, buah jangan sampai terpotong, tercongkel atau jatuh sampai memar. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah. Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. Dari satu pohon, buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen. Tanaman buah dalam pot (tabulampot) mangga termasuk eksklusif, karena relatif sulit dibuahkan.